kisah gangbang ini terjadi dah lama. Pesta seks dengan saudara sepupukusendiri.
Pengalaman seks yang ga bisa kulupakan. Ketiga sepupuku cewek yang
cantik dan seksi telah kunikmati semuanya. Ada sensasi dan kenikmatan
tersendiri ketika berhubungan sex dengan sepupuku, berbeda ketika aku
ngentot dengan pacarku atau cewek lokalisasi. Sungguh nikmat dan
menggetarkan hati, bikin ketagihan ingin mengulanginya lagi. Seperti
apa cerita pesta seks tersebut, simak berikut ini..
Pengalaman
seks yang pertama kualami terjadi sekitar 4 tahun lalu, tepatnya waktu
aku masih duduk di bangku SMU kelas 1 berumur 16 tahun. Karena rumahku
berasal dari desa maka aku kost dirumah kakakku. Saat itu aku tinggal
bersama kakak sepupuku yang bernama Mbak Dina berusia 30 tahun yang
telah bersuami dan mempunyai 2 orang putri yang masih kecil-kecil, namun
di tempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada 2 orang lagi adik
Mbak Dina yang bernama Nindy waktu itu berumur 19 tahun kelas 3 SMK dan
adik dari suami kak Dina bernama Nita berusia 14 tahun.
Kejadian
tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat
mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu dianatara
mereka suadah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan
menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya
woow…terlihat sangat oh…oooght nggak ku-ku bo…
Saat malam
hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap
bersama Mbak Nindy, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama
seringnya aku tidur bersama Mbak Nindy maka aku akhirnya tak tahan juga.
Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium
kening dan membelai rambutnya yang harum. Malam berikutnya aku sudah
mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai
meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat
vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang……oh…oh.., aku
melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari
mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.
“Ah…..ught…..hhhhhh….hmmmm”
desahan Mbak Nindy mulai terdengar.Tanganku terus bergerilya menjamah
seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana,
ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak
atau marah-marah tapi dugaan ku meleset.Ia malah berkata, ”Dik
teruskan….. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo
teruskan saja……..”Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt
yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus
BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah
mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.
“Mbak,
maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!”“Nggak apa-apa kok dik
aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah
merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Nindy.Setelah puas kupermainkan
payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap
gulita aku tahu tempat memek yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu
kuciumi dengan lembut.“Cup…cup…sret…. srettttttttttt”, suara jilatan
lidahku.“Ought……ought….terus dik enak…..!!!”Karena takut ketahuan
penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu
kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.
“Ehmm…oh…ehhhhh….
mmmmhhh”, rintih kakakku keenakan.Setelah kira-kira setengah jam aku
mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga
dengan dia.“Crot..cret…crettttttt…. crettttttttttt”, akhirnya spermaku
kukeluarkan di dalam vaginanya.“Oh……”Rupanya ia masih perawan itu
kuketahui karena mencium bau darah segar.“Terima kasih dik kamu telah
memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?”“Ok
deh mbak”, sahutku.
Cerita Seks -
Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan
sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut
penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu
aku ulang lagi.Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak
Dina dan adiknya Nita bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket
yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi
yang ada hanya aku dan Mbak Nindy, aku mulai menutup seluruh pintu dan
jendela. Kulihat Mbak Nindy sedang menyeterika dengan diam-diam aku
memeluknya dengan erat dari balakang.
“Dik jangan sekarang
aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach…… sayang….!” pinta Kak
Nindy.Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera
kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.“Hm…eght…. hmmmmm…….
eght…!”
Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak
leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang
kamar.Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti
semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat
tanpa sehelai benang pun yang menempel. Wow……tubuh kakakku ini memang
benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal,
payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan
yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho……. bukit kecil
kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.
Kami
berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu
terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap
gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.Aku
mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang
jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang
mulai mengeras, kujilati buah dada gantian kanan kiri dan kugigit kecil
bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.
Setelah
puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar,
ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di
tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke
bagian dinding dalam memek itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai
ia keenakan menjambak rambutku.“Ught..ugh…hah oh….oh…..”desahan nikmat
keluar dari mulut Kak Nindy.
Setelah kira-kira 15 menit
aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya
manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai
bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kami bercumbu
tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yang memperhatikan pergumulan
kami berdua, Mbak Dina dan adik suaminya, Nita sudah berdiri di pinggir
pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya
yang masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada
sahutan lalu mereka menuju pintu daur yang lupa tak aku kunci. Aku dan
Mbak Nindy kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu
jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang
lain. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan
ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.
“Dik main
gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu
ini suami kakak nggak ngajak gituan”, ucap Mbak Dina.“Ini juga baru
mulai kak!” sahutku.“Mas aku boleh nyoba seks sama Mas?” tanya
Nita.“Boleh”.Aku dan Kak Nindy selanjutnya menyuruh mereka berdua
melepas seluruh pakaiannya.“Ck.. ck…ck……ck……”, guman ku.Sekarang aku
dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini.
Mbak
Dina tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar
kira-kira 36 B vaginanya indah sekali. Sedangkan Nita tubuhnya agak
kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A
vaginanya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat.
Pertama yang kuserang adalah Mbak Dina karena sudah lama aku
membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya
kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum
sepuasnya rupanya Mbak Nindy dan Nita juga kepingin merasakan air susu
itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut,
sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam
memek satu sama lain.
Cerita Dewasa - Setelah
puas dengan permainan itu, aku meminta agar mereka berbaring baris
sehingga kini ada 6 gunung kembar yang montok berada di depanku. Aku
mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aku
semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku
menjilati memek satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat
terus lidahku kumasukkan ke dalam memek mereka.
Giliran
mereka mengulum penisku bergantian.“Hoh…. hoooooooooo…… hhhhhhhhhh……
ehmmmmmmmmm”, desah mereka bertiga.Aku yang dari tadi belum orgasme
semakin buas memepermainkan buah dada dan memek mereka, posisi kami
sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya
pokok nya yang bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan
sampai puncak.“Dik aku mau keluar”“Mas aku juga”“Aku hampir sampai”,
kata mereka bergantian.“Jangan di buang percuma, biar aku minum!”,
pintaku“Boleh”, kata Mbak Dina.Aku mulai memasang posisi kutempelkan
mulutku ke memek mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak
tersisa, segarnya bukan main.“Srep.., srep”.Heran, itulah yang ada di
benakku, aku belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar,
memang mungkin aku yang terlalu kuat.
Karena sudah tidak
sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam memek Mbak Nindy kugenjot
naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aku gantian
ke Kak Dina, biarpun sudah beranak 2 tapi vaginanya masih sempit seperti
perawan saja.“Dik enak……. Uh…… oh…..terussssssss!”, desahnya.“Emang kok
Kak…….. hhhhhhh ehmm…..”“Mas giliranku kapan..?”, rupanya Nita juga
sudah tak tahan.“Tunggu sebentar sayang.“
Sekitar 10 menit
aku main sama kak Dina sekarang giliran Nita, dengan pelan aku masukkin
penisku, tapi yang masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan,
baru pada tusukan yang ke 15 seluruh penisku bisa masuk ke liang
vaginanya.“Mas……. sakit….. mas…… oght…….. hhohhhhhh…….”, jerit kecil
Nita.“Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!”, ucapku memberi semangat agar
ia senang.“Benar Mas sekarang nikmat sekali… oh.. ought..”
Rupanya
bila kutinggal ngeseks dengan Nita, kak Dina dan Kak Nindy tak
ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke
vaginanya masing-masing. Posisiku di bawah Nita, di atas ia
memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga buah dadanya yang
masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tidak tinggal diam
kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.
Karena
sudah berlangsung sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak,
dalam posisi masih seperti semula Nita berjongkok di atas penisku,
kusuruh Mbak Dina naik keatas perutku sambil membungkuk agar aku bisa
menetek, eh…, bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum
manis sekali sampai terasa mual. Mbak Nindy yang belum dapat posisi
segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga vaginanya tepat di depan
mulutku, dan kumainkan klitorisnya.Ia mendesah seperti kepedasan.
“Ah………
huah…….. hm…….!”Tanganku yang satunya kumasukkan ke memek Mbak Dina,
kontolku digarap Nita, mulutku disumpal kemaluan Mbak Nindy, lengkap
sudah.Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aku
mencapai puncak kenikmatan.“Ought……… hmmmmmm…… cret… crot…..”“Enak
Mas…….!” desah Nita.Spermaku ku semprotkan kedalam memek Nita dan
keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih
perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan,
lelah dan letih yang kami rasakan.Sebelum kami berpakaian kembali
sisa-sisa sperma di penisku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga.
Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan
baik berdua bertiga maupun berempat.
Namun sekarang kami
sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aku
sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman
wanita di tempat kuliah yang akrab denganku. Tapi tak satu pun dari
mereka yang menjadi pacarku. Nah, bagi teman-teman yang ingin berkenalan
silakan kontak emailku. Pasti aku balas.
Your Ads Here
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
